Archives

All posts for the month June, 2013

cerpen??

Published June 3, 2013 by lupancarr

Jam itu kini menghiasi tangannya. Jam pemberianku untuknya pada hari ulang tahunnya kemarin. Tentu saja hanya aku dan dia yang tahu dan seharusnya memang hanya kami yang tahu. Memperhatikan tingkahnya dari kejauhan agaknya menjadi kebiasaan (atau bahkan kebutuhan) yang harus kulakukan setiap hari.

Seharusnya aku tak melihatnya, tak memperhatikannya… sekarang aku malah mencintainya!! tentu saja harusnya tidak! Aku milik yang lain, yang lebih dulu kucintai. yang tanpanya aku akan hampa.

Aku mencintai Gilang, pacarku. Hanya dialah yang seharusnya aku cinta. Tapi aku juga tak dapat menyangkal hatiku, aku juga mencintai pria itu. Dan bodohnya, aku bahkan tak dapat menentukan siapa yang paling kucintai. Semuanya sama. Aku tak dapat jauh dari keduanya. Kendati aku mencoba terfokus pada yang kumiliki, aku terus saja memikirkannya.

Hari itu saat aku pertama kali melihatnya melewati kelasku, dengan hanya melihatnya sekilas aku merasakan hal yang beda. Terlalu klasik untuk diceritakan, tapi itulah adanya. Ya, aku jatuh cinta padanya. Dan kurasa dia tahu itu. Reno. Hari kedua dia hadir di sekolah, baru aku mengetahui namanya. Tak perlu kucari tahu, karna hampir semua orang membicarakannya.

Aku pun tak tahu sejak kapan aku mengenalnya, yang pasti kami mulai dekat walaupun hanya sebatas sms saja. Entah kenapa dirinya di sms jauh lebih hangat daripada sosok aslinya. Kami saling menanyakan kegiatan, saling mengingatkan makan, mengerjakan pr, dll. Namun jika kami berpapasan, kami saling tak acuh.

“Aku menyukai Reno” kata teman baikku Tya di suatu pagi. Aku tercekat. Ada rasa cemburu dan amarah yang aku rasakan.
“Oh ya? Hmm.. Kalian memang cocok.” jawabku dengan nada antusias yang canggung.
“Menurutmu aku harus bagaimana?” tentu saja menyerah, jawabku dalam hati. Aku tak mau dia jadi milikmu, runtukku.
Sebisa mungkin aku menahan rasa cemburuku. Aku tak mau Reno jadi pacar Tya. Walau aku juga tak tahu untuk apa aku mengharapkan itu. Selama aku kenal dengan Tya, baru kali ini dia jatuh cinta. Aku kecewa kenapa orang itu adalah Reno.
“Kalau begitu coba dekati dia.” dengan tak ikhlas kusarankan juga padanya untuk memperjuangkan perasaannya itu.

***
‘Aku ingin mengunjungi danau yang kau ceritakan itu’ jawabnya melalui sms saat kukisahkan tentang sebuah danau dekat rumah.
‘Kau harus kesana suatu saat nanti!’
‘Aku inginnya denganmu’
Aku bingung menjawabnya. Aku juga ingin, tapi tak mungkin. Rumahku berdekatan dengan rumah Gilang, aku tak mungkin jalan dengan Reno, aku takut ketahuan. Akhirnya aku tidak lagi membalas sms-nya. Biarlah begitu.
****

Aku tak pernah mencegah Tya untuk mendekati Reno. Aku tak mau dia tahu kalau aku juga suka pada orang yang sama. Aku juga tak mau kami bermusuhan hanya karena cowok. Tapi aku juga tak bisa membohongi hati bahwa merelakan orang yang kita sayang itu bukanlah hal mudah.
Di satu sisi aku membantu Tya untuk mencari tahu dimana alamat rumah Reno, mencaritahu warna kesukaan Reno, dimana tempat yang sering dia datangi, serta aktivitas lain yang dia lakukan.
Tapi di sisi lain aku juga malah semakin tertarik pada Reno. Aku sering memakai aksesoris dengan warna merah, warna kesukaannya. Aku sering melewati rumahnya sekadar untuk melihatnya walau sekilas. Aku tak suka pergi ke toko kaset tapi demi melihatnya aku datangi juga tempat itu.
Aku tahu semua yang kulakukan itu salah. Aku berubah menjadi penguntit dan pengkhianat. Aku mempermainkan perasaanku sendiri. Di satu hari aku meyakinkan diriku untuk melupakannya, di lain hari aku malah membuntutinya.

Hari ini Tya berencana untuk menyatakan perasaannya pada Reno. Dia memintaku untuk menemaninya. Aku mencoba tegar, tidak mudah memang. Tapi Tya juga sahabatku, dia penting bagiku. Aku tetap harus membantunya walau aku juga tak mau Reno berpacaran dengan Tya.

Tya menyuruhku menunggunya di dekat tempat parkir sedangkan dia menemui Reno di kelas. Ini juga berdasarkan pengamatan kami beberapa waktu ini. Reno selalu pulang paling akhir. Dia selalu menunggu teman-temannya pergi pulang, barulah dia beranjak. Entah kenapa.

Setelah setengah jam menunggu akhirnya Tya datang. Dia berlari ke arahku dan menangis sambil memelukku. Aku tahu dia baru saja ditolak. Aku balas memeluknya. Aku tak dapat membendung air mata, jadilah kami bertangis-tangisan. Entah apa yang kurasa, tapi tangisku melebihi tangisnya. Bahkan ketika dia berhenti menangis aku malah masih terisak. Aku bingung. Harus bahagia karena Reno menolak Tya, atau harus sedih karena sahabatku harus merasakan patah hati bahkan sebelum cinta pertamanya terwujud. Aku merasa benar-benar jahat kali ini. Baru dua hari yang lalu aku menerima cinta Reno….

Advertisements

Format hape

Published June 3, 2013 by lupancarr

Haduuhh, sial juga saya hari ini..
Kemarin saya ngutak-ngatik hape dan download aplikasi sebanyak-banyaknya. Karena kebanyakan jadi saya ingin hapus aplikasi itu. Karena ingin cepat, saya pakai kode untuk memformat hape itu. Tapi saya lupa, di memori hape ada foto-foto yang saya suka, foto senja. Tapi kode *#7370# terlanjur saya pencet. Kode itu bikin hape jadi ke keadaan semula seperti baru dibeli. Semua kehapus deh…
😥